Membuat Itinerary Eurotrip Sendiri Tanpa Tour Guide! – Primary Step by Step

Biasanya saat kita ingin membuat itinerary trip ke Eropa, kita suka bingung karena ada banyak negara dengan tempat yang ingin dituju, dan tidak tahu harus memulai darimana. Dulu saat saya melakukan dan merencanakan Eurotrip saya sendiri, saya biasanya akan mulai dari negara-negara yang sering saya dengar, dengan landmark paling terkenal dari negara tersebut. Tapi pas lagi browsing, kok saya jadi menemukan banyak juga hal menarik lainnya di setiap negara dan tidak hanya di satu kota ya? Terus jadi bingung sendiri deh.

 

Trip pertama keliling Eropa saya, akhirnya memakan waktu 15 hari dan 7 negara. Capek sih, pake banget, tapi masih bisa dilakukan dan seru kok! Kemudian di tahun ini, saya melakukan Euro trip kedua kalinya bersama keluarga yang memakan waktu 12 hari di 3 negara, tapi mengunjungi beberapa kota di satu negara. Walau lebih sedikit negara yang dikunjungi di kali kedua ini, rasanya ada lebih  banyak waktu istirahat dan merasa bisa explore lebih dalam di tiap kota. Tapi, kekurangannya, jadi ga bisa lihat lebih banyak negara dan budaya serta bahasa yang berbeda-beda.

 

Sebenarnya, kedua traveling destination style tersebut ada plus-minus nya masing-masing sih, kembali lagi tujuan kita mengunjungi destinasi tersebut tuh apa. Apakah ada landmark atau museum spesifik yang ingin kita lihat, atau mau jalan-jalan mengelilingi kota mengamati budaya orang lokal, atau mau belanja? Aktivitas yang diinginkan tentu akan mempengaruhi itinerary perjalanan karena semuanya menghabiskan waktu.

 

Dari dua kali pengalaman bikin rencana sendiri, saya merasa sudah punya formula simpel dalam planning perjalanan ke Eropa. Sebenarnya formula ini bisa diterapkan untuk perjalanan lain yang mengunjungi banyak kota dan negara juga, cuma mungkin contoh gampang aplikasinya untuk perjalanan di Eropa yang pilihan negara destinasinya ada banyak dan antarnegara nya berdekatan!
Step by step saya menentukan Eurotrip yang pernah saya lakukan itu seperti ini:

1. Pilih negara yang mau dikunjungi – Untuk pemilihan destinasi ini juga ada beberapa cara memilihnya, demi memudahkan kita menentukan tempat untuk didatangi

  • Berdasarkan hal spesifik yang ingin dikunjungi

Saat pergi ke Eropa, mungkin yang langsung terbayang adalah Paris dengan Menara Eiffel nya, atau Roma dengan Colosseum nya. Bisa juga ada museum tertentu yang ingin didatangi, atau mengunjungi teman/keluarga di suatu negara! Dengan menentukan aktivitas apa yang ingin dilakukan yang hanya bisa spesifik dilakukan di salah satu kota atau negara, kita bisa mulai menentukan negara apa saja yang ingin dikunjungi. Lalu, buatlah list urutan negara yang akan dikunjungi sedemikian rupa sehingga urutannya menunjukkan kedetakan lokasi antarnegara.

Saran saya, research hal apa yang ingin dilihat atau dikunjungi lebih dulu, agar tahu negara dan atau kota apa yang ingin dikunjungi sebelum membuat urutan negara destinasi.

  • Bikin zona

Walaupun negaranya ‘kecil-kecil’ dibandingkan Indonesia, Eropa tetap aja luas banget. Saat membuat rencana keliling Eropa, ada baiknya sambil melihat peta juga untuk melihat negara-negara yang berdekatan agar bisa melakukan perjalanan yang lebih time and cost-effective. Buku 36 Hours in Europe keluaran Lonely Planet mengelompokkan Eropa menjadi beberapa zona:

North Atlantic (Terdiri dari UK, Irlandia Utara, Belanda, Belgia)

South West (Prancis, Monaco, Spanyol, Portugal, dkk)

Central (Jerman, Republik Ceko, Hungaria, Polandia, Swiss, dkk)

South East (Italia, Yunani, Kroasia, dkk)

Nothern (negara-negara Skandinavia seperti Finlandia, Norwegia, Swedia, Denmark, Latvia, dkk)

Zona-zona ini sebenarnya nggak ‘saklek’. Kita bisa mengelompokkan negara-negara ini selain dengan alasan selain geografis, seperti misalnya aksesibilitas dan atau perbedaan budaya. Kita juga bisa traveling antarzona, jadi aturan zona ini bukan membatasi negara yang bisa dikunjungi tiap kali ke Eropa baiknya fokus di tiap zona aja, bukan gitu. Setidaknya, mengelompokkan negara di beberapa zona bisa memberikan kita gambaran posisi tiap negara dan rute terefektif untuk perjalanan nya. Contohnya untuk saya, Belanda dan Belgia akan tetap saya gabungkan ke perjalanan keliling  mainland Eropa, sementara untuk UK dan Irlandia Utara akan saya recanakan sebagai perjalanan yang terpisah!

  • Jangan terlalu ambisius!

Pengin melihat Menara Eiffel, mengunjungi Stade Santiago-Bernabéu di Madrid, jalan-jalan di Santorini yang disapukan warna putih dan biru, lalu melihat fjord di Norwegia, semuanya tentu bisa dilakukan. Tapi, coba pikirkan lagi time-constraint, location-constraint, dan juga cost-constraint nya. Selain tempatnya terlalu berjauhan, maka biaya perpindahan kota nya juga akan lebih mahal. Apalagi kalau cuma punya waktu seminggu, kayaknya gak akan cukup untuk  mengunjungi dan menikmati empat destinasi yang posisinya saling berjauhan begitu.

Berikan waktu yang cukup untuk menikmati tiap destinasi, dan pikirkan juga kalau ada hari ‘down time’ dimana pada hari itu lebih difokuskan untuk bersantai, bukan untuk mengunjungi destinasi wisata tertentu. Salah satu kesalahan yang pernah saya lakukan saat membuat itinerary adalah membuat jadwal yang terlalu padat, sehingga mengunjungi tiap destinasi wisata jadi agak terburu-buru dan kurang bisa dinikmati. Perhatikan juga kondisi fisik setiap orang dalam grup traveling, apakah ada yang  tidak kuat jalan terlalu banyak? Tentu ini juga mempengaruhi itinerary.

Adanya waktu yang lebih kosong pada itinerary menurut saya membuat perjalanan jadi lebih relaks, dan bukankah itu tujuan kita saat pergi liburan?

 

2. Tentukan moda transportasi antarnegara

  • Pesawat ke negara pertama

Dari Indonesia menuju Eropa, tiket pesawat pertama yang dibeli untuk menginjakkan kaki di benua Eropa bisa jadi merupakan pengeluaran terbesar yang pertama, sehingga harus dipikirkan + dipersiapkan matang-matang. Saya gak terlalu jago nih mengetahui cara-cara ter-oke untuk dapat tiket murah, tapi sebagai rule of thumb, belilah dari jauh-jauh hari – paling lambat sebulan-satu setengah bulan sebelum perjalanan karena akan dibutuhkan untuk apply visa juga! Selain itu, kemungknan besar negara yang lebih umum dan mempunyai lebih banyak jadwal  perjalanan tiketnya akan lebih  murah.

  • Merencanakan perjalanan sesuai tiket pesawat yang sudah dibeli

Itinerary akan berbeda antara membeli tiket pesawat roundtrip dari satu negara yang sama, atau membeli tiket yang berbeda antara negara kedatangan dan negara kepulangan nya. Bila memang lebih murah untuk mendapatkan tiket PP dari satu negara yang sama (biasanya sih akan lebih murah), usahakan membuat itinerary yang mengakomodasi pemesanan tiket pesawat itu juga.

Bila membeli tiket pesawat PP dari negara yang sama, aturlah agar perjalanan paling tidak bisa mempunyai rute yang ‘memutar’ kembali ke negara awal. Kalau tidak bisa, maka pastikan kota estinasi terakhir dalam itinerary cukup besar dan mempunyai jadwal penerbangan yang cukup rutin ke negara pertama. Atau, berikan waktu yang lebih lama untuk perjalanan dari negara terakhir itinerary untuk kembali ke negara pertama melalui jalur darat. Tentu perjalanan akan lebih fleksibel bila tiket pesawat sudah dipesan sedemikian rupa agar negara kepulangan nantinya juga merupakan negara terakhir dalam itinerary. Namun biasanya, tiket pesawat akan lebih mahal untuk mengakomodasinya. Perkirakan dulu cost-benefit antara membeli tiket PP dari satu negara atau berbeda negara untuk kita. Bisa dari segi harga, fleksibilitas,  dan waktu yang dihabiskan untuk perjalanan.

  • Kereta dan Bis

Setelah tiket pesawat menuju dan pulang dari Eropa sudah dipesan, saatnya menentukan bagaimana perjalanan antarnegara Eropa sesuai itinerary akan dilakukan. Bagi saya pribadi, kereta merupakan cara ternyaman untuk berpindah negara karena jadwalnya yang cukup komprehensif dan relatif cepat dibanding Bis, juga lebih nyaman. Namun, bagi yang ingin lebih melakukan cost-saving dan bersedia berada di perjalanan lebih lama, bisa juga menggunakan bis! Belilah tiket bis dan kereta di website resmi nya. Untuk mengecek rute perjalanan, biasanya saya akan mengecek website ini: www.seat61.com keren ni website, komprehensif pilihan kemungkinan destinasinya untuk membayangkan perjalanan antarkota/antarnegara yang mau kita lakukan, dan juga memberikan link website resmi untuk membeli tiket kereta. Kalau untuk bis, jujur karena cuma pernah menggunakan sekali dan itu pun beberapa tahun lalu, saya kurang tahu bis dari perusahaan mana yang terpercaya. Saran saya adalah mengecek di beberapa website traveling seperti tripadvisor untuk mendapatkan rekomendasi bis yang baiknya dipesan.

  • Memesan Kereta atau Bis jangan mendadak!

Ini berlaku terutama pada musim-musim liburan, karena tiket nya, terutama tiket kereta terbatas sehingga bisa aja habis, walau tidak sekompetitif membeli tiket mudik pas lebaran di Indonesia. Biasanya, pada musim panas atau musim dingin di waktu Natal dan Tahun Baru tiket kereta juga bisa habis/harganya meningkat drastis. Maka dari itu, persiapkan dan book tiket perjalanan minimal sebulan sebelum tanggal perjalanan kalau tidak bisa lebih cepat lagi pada waktu-waktu tertentu ini.

 

3. Akomodasi

  • Kalau tiket pesawat pertama dan moda transportasi antarkota sudah siap, baru deh kita memesan penginapan, yang lebih banyak opsi dari segi harga dan kenyamanan. Namun sebagai pro tip, kalau mau memesan untuk musim panas juga sebaiknya direncanakan dari agak lama. Terutama di destinasi populer seperti Ibiza dan Santorini (destinasi pantai/pulau), atau kota besar yang menjadi magnet turis dari berbagai belahan dunia, seperti Paris dan Roma.

 

  • Hotel, hostel, airbnb?

Sepertinya tidak perlu dijelaskan dengan detil bedanya ya, karena perbedaannya cukup jelas dan sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan semua orang dalam grup eurotrip juga. Pro tip saya adalah, terutama kalau pergi dengan grup yang berjumlah 4  orang atau lebih, sekalian saja menginap di apartemen agar lebih leluasa dan bisa menghemat ongkos! Dua kali melakukan Eurotrip, saya bersama teman-teman dan keluarga kebanyakan memakai Airbnb di kota tujuan menginap karena selain lebih murah bila dihitung rata-rata biaya per malam per oangnya dibanding menginap di hotel (grup berisi 4-6 orang sangat ideal secara biaya untuk dapat memesan satu apartemen!), kita juga disediakan dapur dimana kita bisa memasak sendiri untuk sarapan/makan malam, sangat menghemat ongkos!

  • Posisi strategis

Selain harga, hal  yang penting dari akomodasi berlibur adalah posisinya. Bila posisi penginapan kia berada di tengah kota, maka tentu akan lebih menyenangkan dan menghemat waktu serta ongkos transportasi umum/taksi untuk mengunjungi destinasi wisata di sekitar. Kalau tepat yang ingin dikunjungi terpencar-pencar di satu kota, pastikan saja apakah tempat penginapan kita dekat dengan stasiun subway atau halte bis? Ini juga penting banget! Pelajari cara kerja transportasi  umum di kota tujuan, biasanya tiap kota berbeda-beda. Dengan begitu, kita tahu sebaiknya memprioritaskan memesan akomodasi yang dekat stasiun karena kalau mau  kemana-mana harus pake transportasi umum, atau baiknya langsung saja di dekat salah satu destinasi wisata yang ingin dikunjungi di kota tersebut agar bisa tidak menggunakan transportasi umum sama sekali.

 

4. Highlight points dari tiap negara!

Nah, kalo tiga hal ter-basic dari Eurotrip Plan nya udah selesai diurusin, baru nih kita rencanakan lebih detil tiap harinya. Sebenarnya gak perlu terlalu detil yang menspesifikkan aktivitas tiap jam sih, kalau saya biasanya cuma menentukan point of attraction apa saja yang akan dikunjungi hari itu, bagaimana sebaiknya rutenya agar saling berdekatan dan tidak perlu menghabiskan banyak waktu berpindah, serta memastikan jam buka serta tutup atraksi tersebut (bila ada, contohnya di museum). Kalau ada museum yang ingin dikunjungi tapi membutuhkan tiket, siap-siap mengantri dari pagi atau memesan tiket online demi menghemat waktu. Bila kita tahu ekspektasi dari tiap destinasi yang ingin dikunjungi, niscaya lebih mulus jalan-jalannya dan terhindari dari kecewa hehe.

Tapi kadang, saya pun suka membuat hari yang tidak direncanakan sama sekali cuma untuk jalan-jalan keliling neighborhood tempat saya menginap dan mencoba restoran-restoran lokal, atau memasuki toko-toko random di pinggir jalan. Buat seimbang saja antara itinerary hari terencana dan hari tidak terencana nya!

 

Kira-kira begitu sih, formula membuat itinerary Eurotrip nya. Dengan rencana yang matang, harusnya perjalanna menjadi lebih nyaman. Walau begitu, jangan anggap trip nya jadi kurang adventurous! Sebaik-baiknya sebuah trip sudah direncanakan, pasti adaaa aja yang mungkin berjalan tidak benar-benar sesuai rencana, dan kita harus siap akan kemungkinan tersebut. That’s the art of traveling that I savor a lot, I guess!

 (Nantikan detil itinerary trip-trip sebelumnya yang akan ditulis! Hehe #ngartis)

 

À bientôt,

Sarah A.

Leave a Reply